AGUS REVOLUSI, Anak Petani Berjiwa Revolusi
Anak Petani Berjiwa Revolusi
AGUS REVOLUSI adalah sosok yang peduli. Anak petani dari Desa Sukorojo, Gedong Tataan Lampung Selatan (kini sudah menjadi Pesawaran) ini dikenal merakyat dan ramah. Sejak kecil Agus sudah ditempa dengan kerasnya hidup. Tak heran dia sangat terampil mengatasi dan mencari solusi atas kemiskinan yang mendera keluarga dan masyarakatnya.
Sejak kecil Agus memang dikenal kritis, gigih dan tak mengenal menyerah. Saat kuliah, dia dikenal sebagai aktifis mahasiswa yang tahan banding. Sejumlah organisasi ditekuni diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Dewan Mahasiswa Universitas Bandar Lampung, Dewan Rakyat Lampung dan LBH Bandarlampung. Advokasi terhadap masyarakat kecil telah dia lakukan tak terbilang banyaknya. Meski sibuk menjadi aktifis, sarjana politik ini juga aktif mengelola tiga perusahaan yang bergerak di bidang jasa teknik.
Keluarganya merupakan transmigran asal Jawa. Anak Ibu Siti Marsyatun dan Ayah Muhammad Nur berharap, anaknya bisa membawa perubahan bagi masyarakat banyak. Itulah mengapa, kata ”Revolusi” sengaja diberikan kepada anaknya yang kebetulan lahir tanggal 17 Agustus itu.
Kini Agus maju dalam Pilkada Lampung Selatan 2010 sebagai calon wakil bupati. Melalui jalur independen, Agus berpasangan dengan Taufik Hidayat. Dengan jiwa revolusi, saatnya Agus Revolusi mengabdi untuk kemajuan daerahnya. Maju untuk Revolusi! (*)

(dewanrakyatlampung, 8/1/10) Bandarlampung. Pengangkatan Letjen TNI Sjafrie Sjamsuddin sebagai Wakil Menteri Pertahanan adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasal 39 butir (4) UU No. 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, secara tegas menyatakan bahwa prajurit dilarang terlibat dalam kegiatan untuk dipilih menjadi anggota legislatif dalam pemilihan umum dan jabatan politis lainnya, padahal jabatan wakil menteri adalah jabatan politis (political appointee)
